Satu Meja, Satu Rasa: Kala IWO dan PWI Pinrang Melebur dalam Kehangatan Ramadhan

Table of Contents

Public ,pinrang
– Riuh rendah suara obrolan santai memecah keheningan sore di Cafe and Resto Pondok Rakyat, Kamis (19/3/2026). Di bawah langit senja Bumi Lasinrang, dua kekuatan besar pers di Kabupaten Pinrang—Ikatan Wartawan Online (IWO) dan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI)—duduk berdampingan. Bukan untuk berebut rilis berita, melainkan untuk merajut silaturahmi dalam balutan buka puasa bersama.

​Kegiatan bertajuk "Ramadhan Karim Berbuka Puasa Bersama & Pembagian Sembako" ini menjadi oase di tengah padatnya rutinitas jurnalistik. 

Tak sekadar berbagi takjil, acara ini menjadi simbol nyata bahwa solidaritas di atas segalanya. Sebagai bentuk apresiasi, paket sembako dibagikan kepada para pewarta, sebuah pesan kuat bahwa kepedulian harus dimulai dari rumah sendiri, sesama rekan profesi.


​Ketua PWI Pinrang, Muhammad Nur, dalam sambutannya menegaskan bahwa kolaborasi lintas organisasi adalah fondasi ekosistem media yang sehat.

​"Ini langkah positif yang harus kita rawat. Kita ingin menunjukkan bahwa insan pers di Pinrang solid dan berkomitmen penuh memberikan kontribusi bagi daerah," tegasnya.

​Senada dengan itu, Ketua IWO Pinrang, Soemarlin Putra, menyebut sinergi ini sebagai bukti bahwa di balik tajamnya pena para "kuli tinta", tersimpan empati yang tinggi. Momentum ini menjadi jeda sejenak dari hiruk-pikuk perburuan berita untuk mempererat koordinasi antarpewarta.

​Dibawakan dengan konsep "Sersan" (Serius tapi Santai), suasana akrab kian terasa dengan kehadiran sejumlah tokoh penting. Nampak hadir memberikan dukungan moral, seperti ​Andi Haswidy Rustam (Kepala Inspektorat Pinrang), ​H. Abd. Rahman, Mahmud (Plt. Kadis Koninfosandi Pinrang),​AKP Erwin Amran, S.H. (Kasat Intelkam Polres Pinrang),​Nining Angreani (Korwil SPPG Pinrang) dan ​Kompol Akbar (Tamu Kehormatan dari Polda Sulsel)

​Kehadiran para pejabat pemerintahan dan aparat penegak hukum ini seolah menjadi stempel restu atas harmonisnya komunitas pers di Pinrang. Sinergi "tiga pilar" (Pemerintah, APH, dan Media) ini diharapkan terus terjaga demi kemajuan daerah yang lebih baik.

​Seiring berkumandangnya azan magrib, kebersamaan itu memuncak pada sesi ramah tamah setelah santap bersama. Acara diakhiri dengan doa khidmat dan penyerahan sembako secara simbolis. Sebuah sore sederhana, namun meninggalkan jejak persaudaraan yang mendalam di hati para penjaga pilar demokrasi Pinrang.
​(hidayat)