Merajut Kebersamaan Ramadan, Nahdlatul Ulama Bone Gelar Buka Bersama
Suasana hangat penuh kebersamaan menyelimuti kegiatan buka puasa bersama yang diselenggarakan oleh Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Bone. Mengusung tema *“Merajut Ukhuwah Islamiah dalam Keberkahan Ramadan”*, kegiatan ini menjadi momentum penting dalam mempererat silaturahmi antar pengurus, kader, serta masyarakat luas.
Kegiatan yang berlangsung khidmat tersebut tidak sekadar menjadi ajang berbuka puasa bersama, namun juga menjadi ruang konsolidasi moral dan spiritual bagi seluruh elemen Nahdliyin di Kabupaten Bone. Sejak sore hari, para peserta mulai berdatangan, saling menyapa dengan penuh keakraban, mencerminkan nilai-nilai ukhuwah yang menjadi ruh utama dalam organisasi.
Dalam suasana yang sarat makna tersebut, Ketua PCNU Kabupaten Bone, Dr. Rahmatunnair, menyampaikan bahwa Ramadan adalah momentum strategis untuk memperkuat persatuan umat serta memperdalam nilai-nilai keislaman yang moderat dan penuh rahmat.
“Ramadan bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga, tetapi juga menjadi sarana untuk mempererat ukhuwah islamiah, memperkuat solidaritas sosial, serta membangun kebersamaan dalam bingkai nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah. Melalui kegiatan seperti ini, kita ingin meneguhkan komitmen untuk terus menjaga persatuan dan memberikan kontribusi positif bagi masyarakat,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa Nahdlatul Ulama sebagai organisasi keagamaan memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga harmoni sosial di tengah masyarakat yang majemuk. Menurutnya, semangat kebersamaan yang dibangun dalam kegiatan buka puasa bersama ini harus terus dijaga dan diwujudkan dalam aksi nyata di tengah kehidupan sosial.
Kegiatan tersebut juga diisi dengan tausiah keagamaan yang mengajak seluruh peserta untuk meningkatkan kualitas ibadah, memperkuat kepedulian sosial, serta menjadikan Ramadan sebagai titik balik menuju pribadi yang lebih baik.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, PCNU Kabupaten Bone berharap nilai-nilai ukhuwah islamiah tidak hanya berhenti pada seremoni semata, tetapi benar-benar menjadi fondasi dalam membangun kehidupan bermasyarakat yang harmonis, damai, dan penuh keberkahan.


