Bone Run 2025: Langkah Bersama di Ujung Tahun, Dari Semangat Wartawan untuk Bone

Table of Contents

 


Bone — Di penghujung tahun nanti, jalan-jalan utama di Kabupaten Bone akan dipenuhi langkah-langkah semangat. Ribuan warga diperkirakan akan berlari bersama dalam ajang Bone Run 2025, sebuah perhelatan olahraga yang bukan sekadar lomba, melainkan simbol kebersamaan dan semangat baru masyarakat Bone.


Di balik rencana besar itu, ada kisah sederhana yang tumbuh dari ruang ide para jurnalis lokal. Wartawan Independen Bone (WIB) awalnya hanya ingin membuat acara kecil untuk merayakan anniversary ke-8 komunitas mereka. Namun, ide itu berkembang jauh lebih besar dari sekadar perayaan ulang tahun.


Ketua Umum WIB, Eka Handayani, mengenang awal mula gagasan itu muncul. “Kami hanya ingin merayakan ulang tahun dengan sesuatu yang bermakna, bukan sekadar seremoni. Lalu muncul ide: kenapa tidak buat kegiatan yang bisa melibatkan masyarakat luas?” ujarnya dengan senyum.


Ternyata, ide itu berjumpa dengan semangat yang sama dari Bupati Bone, Andi Asman Sulaiman. Sang bupati juga menginginkan ada event olahraga yang meriah di akhir tahun — kegiatan yang bisa menggerakkan masyarakat untuk sehat sekaligus bahagia.


“Awalnya Bone Run ini hanya untuk internal WIB, tapi karena Bupati juga punya visi serupa, akhirnya kami sepakat berkolaborasi. Dari situ, semuanya berubah jadi event besar,” tutur Eka.


Dari meja diskusi, lahirlah konsep Bone Run 2025 — event lari dengan dua kategori, 3 kilometer dan 8 kilometer. Dua angka yang punya makna. “Kategori 3 km itu permintaan Bupati, sedangkan 8 km kami ambil dari usia WIB yang ke-8 tahun,” jelas Eka dengan bangga.


Namun, bagi Eka dan rekan-rekannya, Bone Run bukan hanya soal jarak atau medali. Lebih dari itu, ini tentang semangat untuk bergerak bersama, tentang masyarakat yang berlari dalam satu irama menuju hal-hal baik: hidup sehat, saling mengenal, dan mencintai daerahnya sendiri.


“Ajang ini kami harap bisa jadi ruang silaturahmi juga. Siapa pun bisa ikut, tua muda, pelajar, ASN, komunitas, semuanya bisa menikmati suasana gembira di akhir tahun,” katanya.


Eka pun berharap dukungan pemerintah daerah tak berhenti di ide dan semangat saja. Ia ingin kolaborasi ini juga mendapat dukungan nyata agar Bone Run bisa digelar dengan maksimal dan memberi dampak luas.


“Kalau terlaksana dengan baik, Bone Run bisa jadi event tahunan. Bukan hanya milik WIB atau pemerintah, tapi milik seluruh masyarakat Bone,” ujarnya penuh harap.


Di tengah geliat persiapan, Eka dan timnya percaya bahwa setiap langkah peserta nanti akan membawa pesan sederhana tapi kuat: bahwa Bone bisa maju jika warganya bergerak bersama.


Dan pada 28 Desember 2025 mendatang, langkah-langkah itu akan menjadi nyata — bukan sekadar berlari, tapi melangkah bersama untuk Bone yang sehat, kompak, dan penuh semangat.